Kolom Berita Utama: Edisi bulan September 2026
Sinergi Pendidikan dalam Satu Semangat Eco-Enzyme
SDN 001 Balikpapan Utara menjadi pusat keseruan edukasi lingkungan lewat kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzim. Acara yang berlangsung selama dua jam ini, mulai pukul 08.00 -10.00 WITA, berhasil menghadirkan antusiasme luar biasa dari para peserta yang datang dari berbagai penjuru Balikpapan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 sekolah Se-Balikpapan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa isu pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan bukan lagi tanggung jawab satu pihak saja, melainkan gerakan bersama yang perlu digaungkan di seluruh satuan pendidikan. Setiap sekolah yang hadir membawa harapan yang sama: membawa pulang ilmu baru untuk diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
Dibuka dengan Sambutan Penuh Makna
Acara resmi dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Eco Enzim Nusantara, yang mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami eco- enzim sebagai sekadar produk, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita, termasuk sisa dapur yang selama ini dianggap sampah tak berguna.
Sebagai bentuk apresiasi, acara juga diisi dengan sesi penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah menunjukkan komitmen dan kontribusi melalui gerakan pembuatan eco enzim yang disosialisasikan melalui kanal media sosial sekolah. Mulai dari penyerahan juara 1-3 hingga juara harapan lainnya menjadi sebuah momen yang menambah semangat peserta lain untuk terus berkarya. Meskipun tidak berhasil memperoleh hadiah utama, Tim Eco Enzyme SDN 015 Bal-Sel meraih peringkat 10 kategori "sekolah peserta luar biasa" dalam lomba pembuatan eco enzim antar sekolah se-Kota Balikpapan. Tentu pencapaian ini tidak berdiri sendiri melainkan kolaborasi perwakilan siswa, orang tua dan guru.
Belajar Langsung dari Ahlinya: Pak Thomas dan Rahasia Pupuk Cair
Puncak keseruan hari itu adalah sesi edukasi bersama Pak Thomas, yang dengan gaya penyampaian santai namun informatif menjelaskan tahap demi tahap cara pembuatan pupuk cair dari eco enzim. Para peserta tampak antusias mencatat dan bertanya, mulai dari bahan-bahan yang dibutuhkan, proses fermentasi, hingga cara aplikasi pupuk cair tersebut pada tanaman. Sesi ini menjadi bekal praktis yang bisa langsung dipraktikkan oleh peserta begitu kembali ke sekolah masing-masing.
Hadiah yang Sarat Makna, Bukan Sekadar Formalitas
Menariknya, seluruh hadiah dalam kegiatan ini dipilih dengan penuh makna dan selaras dengan tema acara. Para peserta berkesempatan membawa pulang piagam penghargaan dan hadiah berikut ini:
- Eco enzim hasil fermentasi siap pakai
- Tempat komposer untuk mendukung pengolahan sampah organik di rumah maupun sekolah
- Sampel tanaman organik toga (tanaman obat keluarga) sebagai bahan edukasi lanjutan
- Produk mol (mikroorganisme lokal) sebagai pupuk alami
- Souvenir spesial berupa sabun eco enzim dan bantal eco enzim, buah karya kreatif yang menunjukkan bahwa eco enzim punya banyak sekali manfaat turunan
Setiap hadiah bukan hanya sekadar cendera mata, tetapi juga alat bantu edukasi yang bisa terus digunakan dan dikembangkan oleh para peserta.
SDN 001 Balut: Contoh Nyata Sekolah Ramah Lingkungan
Pemilihan SDN 001 Balut sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Begitu memasuki area sekolah, siapa pun akan langsung merasakan atmosfer bersih dan tertata rapi, benar-benar bebas dari sampah berserakan. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem pengelolaan sampah sekolah yang konsisten dan inovatif.
Salah satu program unggulan yang patut diacungi jempol adalah tabungan sampah botol untuk siswa-siswi. Melalui program ini, anak-anak diajarkan nilai ekonomi dari sampah plastik dengan skema 1 kilogram botol setara Rp800 yang dapat ditabung dan diuangkan. Program sederhana ini secara tidak langsung menanamkan dua nilai sekaligus: kepedulian lingkungan dan kesadaran menabung sejak dini.
Tak hanya itu, area kantin sekolah juga dikelola dengan baik, menciptakan lingkungan makan yang bersih dan sehat bagi siswa. Bahkan lahan taman yang terbatas pun tidak menjadi halangan — justru disulap menjadi sudut hijau yang cantik dengan berbagai tanaman hias yang tertata apik, membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan alasan untuk berhenti berkreasi menghijaukan sekolah.
Menutup Hari dengan Harapan Baru
Kegiatan sosialisasi eco enzim di SDN 001 Balikpapan Utara ini menjadi contoh nyata bagaimana edukasi lingkungan dapat dikemas secara menyenangkan, aplikatif, dan berdampak jangka panjang. Dengan melibatkan 10 sekolah sekaligus, semangat peduli lingkungan ini diharapkan tidak berhenti di satu hari saja, melainkan menginspirasi di setiap sekolah yang terlibat.
Semoga ke depannya, semakin banyak sekolah yang terinspirasi mengikuti jejak SDN 001 Balikpapan Utara — sekolah kecil dengan lahan terbatas, namun besar dalam komitmen menjaga bumi. 🌱💚
Yuk, mulai dari langkah kecil di sekolah dan rumah kita masing-masing. Karena bumi yang lebih hijau, dimulai dari tangan-tangan anak bangsa sejak dini.





Komentar
Posting Komentar